Login

Lupa password?

Latest topics

» Hati-hati PARKIR DI MEGA MALL
Mon 16 Jul 2012, 11:31 by Hery R Suryo

» PARKIR DI MEGA MALL KACA MOBIL DIPECAH MALING
Sun 15 Jul 2012, 23:35 by Hery R Suryo

» tehniksi AC
Tue 22 May 2012, 01:13 by vendrik

» Pusat Franchise Murah Jagung manis,susu kedelai,es krim,teh,kopi,coklat,Jus Terkenal
Sun 07 Aug 2011, 17:28 by revoindonesia

» Peluang Jagung & Potensi susu kedelai
Sun 07 Aug 2011, 17:25 by revoindonesia

» SARAN: Keamanan Mall
Wed 29 Jun 2011, 17:51 by DH

» Ana Bodoh - Ayah Bodoh
Wed 29 Jun 2011, 14:49 by alexander

» SARAN: Warning AOWA
Mon 10 Jan 2011, 13:49 by handayani

» ESAI: Negara Manakah Terkaya di Dunia?
Wed 01 Sep 2010, 00:40 by Administrator

» Shuttle Bus MMBC vs London Bus
Mon 19 Apr 2010, 18:06 by Amy_phang226

» UCAPAN: Selamat Natal & Tahun Baru
Fri 25 Dec 2009, 05:08 by Administrator

» UCAPAN: Selamat 'Iydul Fithri - Mohon Ma'af Lahir dan Bathin
Sat 26 Sep 2009, 08:08 by Administrator

» KULTUM: SHILATURRAHIMI: Kenapa? Untuk Apa? Bagaimana?
Sat 26 Sep 2009, 07:38 by Administrator

» INFO: Hari-Raya Lebaran | 'Iydul Fithri 1 Syawal 1430 H = 20 September 2009 M
Wed 16 Sep 2009, 18:28 by Administrator

» LENSA: Wujud Nyata Toleransi Antar Umat Beragama
Fri 28 Aug 2009, 07:53 by Administrator

» PUASA: Jadwal Sholat dan Imsyak Ramadhan Seluruh Wilayah Indonesia
Sun 23 Aug 2009, 16:37 by Administrator

» FOTO: Cuplikan Galeri Foto MMBC #012: IndoMilk Fun Day
Tue 28 Jul 2009, 13:32 by Admin

» FOTO: Cuplikan Galeri Foto MMBC #011: Lomba Jarimatika SeBatam 2009
Tue 28 Jul 2009, 13:20 by Admin

» FOTO: Cuplikan Galeri Foto MMBC #010: BASIC
Tue 28 Jul 2009, 13:15 by Admin

» FOTO: Cuplikan Galeri Foto MMBC #008: Audisi Bintang Indonesia
Tue 28 Jul 2009, 13:00 by Admin

» FOTO: Cuplikan Galeri Foto MMBC #009: Modern Home Sweet Living Exhibition 2009
Tue 28 Jul 2009, 12:51 by Admin

» FOTO: Cuplikan Galeri Foto MMBC #007: Atraksi Ban
Tue 28 Jul 2009, 12:26 by Admin

» FOTO: Cuplikan Galeri Foto MMBC #006: Sekolah Djuwita National Plus
Tue 28 Jul 2009, 12:06 by Admin

» FOTO: Cuplikan Galeri Foto MMBC #005: Gelar Seni-Budaya dan Atraksi Pencak-Silat Serumpun
Tue 28 Jul 2009, 11:43 by Admin

» FOTO: Cuplikan Galeri Foto MMBC #004: Road To Champions
Tue 28 Jul 2009, 11:27 by Admin

» FOTO: Cuplikan Galeri Foto MMBC #003: Fun Day
Tue 28 Jul 2009, 11:16 by Admin

» FOTO: Cuplikan Galeri Foto MMBC #002: Management Event
Tue 28 Jul 2009, 11:06 by Admin

» FOTO: Cuplikan Galeri Foto MMBC #001: MMBC Personnel
Tue 28 Jul 2009, 10:25 by Admin

» INFO: Galeri Foto MMBC
Tue 28 Jul 2009, 09:55 by Admin

» RELIGI: Merenung Sejenak
Mon 20 Jul 2009, 13:25 by DH

» INFO: Uang Pecahan Baru Rp 2.000
Mon 20 Jul 2009, 08:15 by Admin

» NEWS: Jakarta Kembali Diguncang Teror Bom 17-07-09
Mon 20 Jul 2009, 08:10 by Admin

» DAFTAR: Provinsi Indonesia
Mon 20 Jul 2009, 07:43 by Admin

» SERBA-SERBI: Sesal Dahulu Pendapatan. Sesal Kemudian Tak Berguna
Mon 20 Jul 2009, 07:03 by Admin

» NEW FORUMER: Lam Kenal Cemuanya
Mon 20 Jul 2009, 06:58 by Admin

» KONFERENSI PERS SBY: INFO BIN: SBY Akan Ditembak Teroris di Kepala
Mon 20 Jul 2009, 06:51 by Admin

» UNIK: A Very Special Time Forever: 12:34:56 07/08/09
Sun 19 Jul 2009, 07:26 by Admin

» UCAPAN: Selamat Datang
Tue 14 Jul 2009, 05:47 by Admin

» INFO: Peta Jalan Darat RanMor Jawa - Bali dan Jarak Antar Kota
Sat 11 Jul 2009, 08:59 by Admin

» LENSA: Presiden Indonesia
Thu 09 Jul 2009, 03:49 by Admin

» TEKNOLOGI: Kasus Prita dan Teknologi Marketing 2.0
Tue 30 Jun 2009, 13:58 by Admin

» MMBC: Kompetisi Blogger
Fri 15 May 2009, 13:33 by Admin

» WTA: Harga Sewa di Mega Mall Batam Centre
Fri 20 Feb 2009, 17:09 by Tamu

» UCAPAN SELAMAT: Merayakan Cap Go Meh 2560
Sun 08 Feb 2009, 15:56 by Admin

» UCAPAN SELAMAT: Tahun Baru imlek 2560: Gong Xi Fat Cai
Mon 26 Jan 2009, 06:25 by Admin

» UCAPAN SELAMAT: Tahun Baru imlek 2560: Gong Xi Fat Cai
Mon 26 Jan 2009, 06:22 by Admin

» saran untuk management MMBC
Sat 27 Dec 2008, 17:49 by HellScreamers

» Minum kopinya bukan cangkirnya
Thu 27 Nov 2008, 19:32 by DH

» Apalah artinya HARTA namun keluarga dilupakan ? cuplikan dari kutafx
Thu 21 Aug 2008, 09:40 by DH

» Hotel Puri Saron Baruna
Wed 20 Aug 2008, 14:11 by DH

Berita Terkini


BERITA TERKINI MEDIAMASAPAGINA INDEKS

Provided By:
Web Administrator MMBC


Provided By:
Web Administrator MMBC


Provided By:
Web Administrator MMBC


Top posters

Admin (182)
 
DH (122)
 
Administrator (20)
 
PAT (12)
 
yopi_jakarta (6)
 
mmbc (3)
 
DD (3)
 
arya2502 (3)
 
JingleJuice (2)
 
revoindonesia (2)
 

Statistics

Total 373 kiriman artikel dari user in 187 subjects

Total 109 user terdaftar

User terdaftar terakhir adalah namakurr

User Yang Sedang Online

Total 3 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 3 Tamu

Tidak ada


[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 145 pada Wed 02 Mar 2011, 02:52

Internet Banking

MMBC Blog Select

MMBC Blog RSS Feed

MMBC blog @ blog

MMBC blog @ word press

MMBC blog @ multiply

Poll

Kenapa Anda berkunjung dan atau berbelanja ke Mega Mall Batam Centre?

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Lihat Hasil


    The Room from Hubert Lie

    Share

    DH
    Forum Reporter
    Forum Reporter

    Male
    Reputasi : 0
    Poin : 3123
    Banyak Pemposan : 122
    Sejak : 24.05.08
    Lokasi : Bali
    Status Kawin : 1S2A
    Pekerjaan | Profesi : wiraswasta
    Hobi : 1001
    Pesan : Bravo MMBC, kembangkan terus

    default The Room from Hubert Lie

    Post by DH on Tue 29 Jul 2008, 11:37

    THE ROOM
    Cerita di bawah ini
    tentang
    Brian Moore yang berusia 17 tahun, ditulis olehnya sebagai tugas sekolah.
    Pokok
    bahasannya tentang sorga itu seperti apa. "Aku membuat mereka
    terperangah," kata
    Brian kepada ayahnya, Bruce. "Cerita itu bikin heboh. Tulisan itu seperti
    sebuah
    bom saja. Itulah yang terbaik yang pernah aku tulis." Dan itu juga
    merupakan
    tulisannya yang terakhir.

    Orangtua Brian telah melupakan esai yang
    ditulis Brian ini sampai seorang saudara sepupu menemukannya ketika ia
    membersihkan kotak loker milik remaja itu di SMA Teays Valley, Pickaway
    County ,
    Ohio .

    Brian baru saja meninggal beberapa jam yang lalu, namun
    orangtuanya mati-matian mencari setiap barang peninggalan Brian: surat-surat

    dari teman-teman sekolah dan gurunya, dan PR-nya. Hanya dua bulan
    sebelumnya, ia
    telah menulis sebuah esai tentang pertemuannya dengan Tuhan Yesus di suatu
    ruang
    arsip yang penuh kartu-kartu yang isinya memerinci setiap saat dalam
    kehidupan
    remaja itu. Tetapi baru setelah kematian Brian, Bruce dan Beth, mengetahui
    bahwa
    anaknya telah menerangkan pandangannya tentang sorga.

    Tulisan itu
    menimbulkan suatu dampak besar sehingga orang-orang ingin membagikannya.
    "Anda
    merasa seperti ada di sana ," kata pak Bruce Moore. Brian meninggal pada
    tanggal
    27 Mei, 1997, satu hari setelah Hari Pahlawan Amerika Serikat. Ia sedang
    mengendarai mobilnya pulang ke rumah dari rumah seorang teman ketika mobil
    itu
    keluar jalur Jalan Bulen Pierce di Pickaway County dan menabrak suatu tiang.
    Ia
    keluar dari mobilnya yang ringsek tanpa cedera namun ia menginjak kabel
    listrik
    bawah tanah dan kesetrum.

    Keluarga Moore membingkai satu salinan
    esai
    yang ditulis Brian dan menggantungkannya pada dinding di ruang keluarga
    mereka.
    "Aku pikir Tuhan telah memakai Brian untuk menjelaskan suatu hal. Aku kira
    kita
    harus menemukan makna dari tulisan itu dan memetik manfaat darinya," kata
    Nyonya
    Beth Moore tentang esai itu.

    Nyonya Moore dan suaminya ingin
    membagikan
    penglihatan anak mereka tentang kehidupan setelah kematian. "Aku bahagia
    karena
    Brian. Aku tahu dia telah ada di sorga. Aku tahu aku akan bertemu lagi
    dengannya."

    Inilah esai Brian yang berjudul "Ruangan".

    Di antara sadar dan mimpi, aku menemukan diriku di sebuah

    ruangan. Tidak ada ciri yang mencolok di dalam ruangan ini kecuali
    dindingnya
    penuh dengan kartu-kartu arsip yang kecil. Kartu-kartu arsip itu seperti
    yang
    ada di perpustakaan yang isinya memuat judul buku menurut pengarangnya atau
    topik buku menurut abjad.

    Tetapi arsip-arsip ini, yang membentang
    dari
    dasar lantai ke atas sampai ke langit-langit dan nampaknya tidak ada
    habis-habisnya di sekeliling dinding itu, memiliki judul yang
    berbeda-beda.

    Pada saat aku mendekati dinding arsip ini, arsip yang
    pertama kali menarik perhatianku berjudul "Cewek-cewek yang Aku Suka".
    Aku mulai
    membuka arsip itu dan membuka kartu-kartu itu. Aku cepat-cepat menutupnya,
    karena terkejut melihat semua nama-nama yang tertulis di dalam arsip itu.
    Dan
    tanpa diberitahu siapapun, aku segera menyadari dengan pasti aku ada
    dimana.

    Ruangan tanpa kehidupan ini dengan kartu-kartu arsip yang
    kecil-kecil merupakan sistem katalog bagi garis besar kehidupanku. Di sini
    tertulis tindakan-tindakan setiap saat dalam kehidupanku, besar atau kecil,
    dengan rincian yang tidak dapat dibandingkan dengan daya ingatku. Dengan
    perasaan kagum dan ingin tahu, digabungkan dengan rasa ngeri, berkecamuk di
    dalam diriku ketika aku mulai membuka kartu-kartu arsip itu secara acak,
    menyelidiki isi arsip ini. Beberapa arsip membawa sukacita dan kenangan yang

    manis; yang lainnya membuat aku malu dan menyesal sedemikian hebat sehingga
    aku
    melirik lewat bahu aku apakah ada orang lain yang melihat arsip
    ini.

    Arsip berjudul "Teman-Teman" ada di sebelah arsip yang
    bertanda
    "Teman-teman yang Aku Khianati". Judul arsip-arsip itu berkisar dari
    hal-hal
    biasa yang membosankan sampai hal-hal yang aneh. "Buku-buku Yang Aku Telah

    Baca". "Dusta-dusta yang Aku Katakan". "Penghiburan yang Aku
    Berikan". "Lelucon
    yang Aku Tertawakan". Beberapa judul ada yang sangat tepat menjelaskan
    kekonyolannya: "Makian Buat Saudara-saudaraku".

    Arsip lain
    memuat judul
    yang sama sekali tak membuat aku tertawa: "Hal-hal yang Aku Perbuat dalam
    Kemarahanku.", "Gerutuanku terhadap Orangtuaku". Aku tak pernah
    berhenti
    dikejutkan oleh isi arsip-arsip ini. Seringkali di sana ada lebih banyak
    lagi
    kartu arsip tentang suatu hal daripada yang aku bayangkan. Kadang-kadang ada

    yang lebih sedikit dari yang aku harapkan. Aku terpana melihat seluruh isi
    kehidupanku yang telah aku jalani seperti yang direkam di dalam arsip ini.


    Mungkinkah aku memiliki waktu untuk mengisi masing-masing arsip ini
    yang
    berjumlah ribuan bahkan jutaan kartu? Namun setiap kartu arsip itu
    menegaskan
    kenyataan itu. Setiap kartu itu tertulis dengan tulisan tanganku sendiri.
    Setiap
    kartu itu ditanda-tangani dengan tanda tanganku sendiri.

    Ketika aku
    menarik kartu arsip bertanda "Pertunjukan- pertunjukan TV yang Aku
    Tonton", aku
    menyadari bahwa arsip ini semakin bertambah memuat isinya. Kartu-kartu arsip

    tentang acara TV yang kutonton itu disusun dengan padat, dan setelah dua
    atau
    tiga yard, aku tak dapat menemukan ujung arsip itu. Aku menutupnya, merasa
    malu,
    bukan karena kualitas tontonan TV itu, tetapi karena betapa banyaknya waktu
    yang
    telah aku habiskan di depan TV seperti yang ditunjukkan di dalam arsip ini.


    Ketika aku sampai pada arsip yang bertanda "Pikiran-Pikiran yang
    Ngeres", aku merasa merinding di sekujur tubuhku. Aku menarik arsip ini
    hanya
    satu inci, tak mau melihat seberapa banyak isinya, dan menarik sebuah kartu
    arsip. Aku terperangah melihat isinya yang lengkap dan persis. Aku merasa
    mual
    mengetahui bahwa ada saat di hidupku yang pernah memikirkan hal-hal kotor
    seperti yang dicatat di kartu itu. Aku merasa marah.

    Satu pikiran
    menguasai otakku: Tak ada seorangpun yang boleh melihat isi kartu-kartu
    arsip
    in! Tak ada seorangpun yang boleh memasuki ruangan ini! Aku harus
    menghancurkan
    arsip-arsip ini! Dengan mengamuk bagai orang gila aku mengacak-acak dan
    melemparkan kartu-kartu arsip ini. Tak peduli berapa banyaknya kartu arsip
    ini,
    aku harus mengosongkannya dan membakarnya. Namun pada saat aku mengambil dan

    menaruhnya di suatu sisi dan menumpuknya di lantai, aku tak dapat
    menghancurkan
    satu kartupun. Aku mulai menjadi putus asa dan menarik sebuah kartu arsip,
    hanya
    mendapati bahwa kartu itu sekuat baja ketika aku mencoba merobeknya. Merasa
    kalah dan tak berdaya, aku mengembalikan kartu arsip itu ke tempatnya.
    Sambil
    menyandarkan kepalaku di dinding, aku mengeluarkan keluhan panjang yang
    mengasihani diri sendiri.

    Dan kemudian aku melihatnya. Kartu itu
    berjudul "Orang-orang yang Pernah Aku Bagikan Injil". Kotak arsip ini
    lebih
    bercahaya dibandingkan kotak arsip di sekitarnya, lebih baru, dan hampir
    kosong
    isinya. Aku tarik kotak arsip ini dan sangat pendek, tidak lebih dari tiga
    inci
    panjangnya. Aku dapat menghitung jumlah kartu-kartu itu dengan jari di satu
    tangan. Dan kemudian mengalirlah air mataku. Aku mulai menangis. Sesenggukan

    begitu dalam sehingga sampai terasa sakit. Rasa sakit itu menjalar dari
    dalam
    perutku dan mengguncang seluruh tubuhku. Aku jatuh tersungkur, berlutut, dan

    menangis. Aku menangis karena malu, dikuasai perasaan yang memalukan karena
    perbuatanku. Jajaran kotak arsip ini membayang di antara air mataku. Tak ada

    seorangpun yang boleh melihat ruangan ini, tak seorangpun boleh.

    Aku

    harus mengunci ruangan ini dan menyembunyikan kuncinya. Namun ketika aku
    menghapus air mata ini, aku melihat Dia.

    Oh, jangan! Jangan Dia!
    Jangan
    di sini. Oh, yang lain boleh asalkan jangan Yesus! Aku memandang tanpa daya
    ketika Ia mulai membuka arsip-arsip itu dan membaca kartu-kartunya. Aku tak
    tahan melihat bagaimana reaksi-Nya. Dan pada saat aku memberanikan diri
    memandang wajah-Nya, aku melihat dukacita yang lebih dalam dari pada
    dukacitaku.
    Ia nampaknya dengan intuisi yang kuat mendapati kotak-kotak arsip yang
    paling
    buruk.

    Mengapa Ia harus membaca setiap arsip ini? Akhirnya Ia
    berbalik
    dan memandangku dari seberang di ruangan itu. Ia memandangku dengan rasa iba
    di
    mata-Nya. Namun itu rasa iba, bukan rasa marah terhadapku. Aku menundukkan
    kepalaku, menutupi wajahku dengan tanganku, dan mulai menangis lagi. Ia
    berjalan
    mendekat dan merangkulku. Ia seharusnya dapat mengatakan banyak hal. Namun
    Ia
    tidak berkata sepatah katapun. Ia hanya menangis bersamaku.

    Kemudian
    Ia
    berdiri dan berjalan kembali ke arah dinding arsip-arsip. Mulai dari ujung
    yang
    satu di ruangan itu, Ia mengambil satu arsip dan, satu demi satu, mulai
    menandatangani nama-Nya di atas tanda tanganku pada masing-masing kartu
    arsip.
    "Jangan!" seruku bergegas ke arah-Nya. Apa yang dapat aku katakan
    hanyalah
    "Jangan, jangan!" ketika aku merebut kartu itu dari tangan-Nya. Nama-Nya
    jangan
    sampai ada di kartu-kartu arsip itu. Namun demikian tanpa dapat kucegah,
    tertulis di semua kartu itu nama-Nya dengan tinta merah, begitu jelas, dan
    begitu hidup. Nama Yesus menutupi namaku. Kartu itu ditulisi dengan darah
    Yesus!
    Ia dengan lembut mengambil kembali kartu-kartu arsip yang aku rebut tadi. Ia

    tersenyum dengan sedih dan mulai menandatangani kartu-kartu itu. Aku kira
    aku
    tidak akan pernah mengerti bagaimana Ia melakukannya dengan demikian cepat,
    namun kemudian segera menyelesaikan kartu terakhir dan berjalan mendekatiku.
    Ia
    menaruh tangan-Nya di pundakku dan berkata, "Sudah selesai!"

    Aku
    bangkit
    berdiri, dan Ia menuntunku ke luar ruangan itu. Tidak ada kunci di pintu
    ruangan
    itu. Masih ada kartu-kartu yang akan ditulis dalam sisa kehidupanku.




    "Karena begitu besar
    kasih
    Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,

    supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh
    hidup yang kekal." (Yohanes 3:16)



    Jika anda ingin
    meneruskan
    pesan ini kepada sebanyak mungkin orang-orang sehingga kasih Tuhan Yesus
    akan
    menjamah hidup mereka, forwardlah email ini! Arsip "Orang-Orang yang Aku
    Bagikan
    Injil" milikku akan makin bertambah besar, bagaimana dengan milik anda?


    JIKA ADA EMAIL YANG PERNAH
    AKU
    BACA YANG PERLU BERKELILING DUNIA, INILAH SALAH SATUNYA! TERUSKANLAH KEPADA
    ORANG-ORANG YANG ANDA KENAL! MARILAH KITA PENUHI ARSIP KITA DENGAN HAL-HAL
    KEKAL
    DAN TUHAN MEMBERKATI ANDA! (Diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk
    http://pentas-

      Waktu sekarang Thu 08 Dec 2016, 01:16